Kabupaten Paser – Guna memastikan ketersediaan benih padi berkualitas dan bebas dari serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), UPTD Balai Benih Tanaman Pangan Kab. Paser melaksanakan aksi penyemprotan hama terpadu pada 25 Februari 2026.
Langkah ini menyasar area persawahan seluas 2 hektar yang menjadi pusat penangkaran benih sumber. Fokus utama penyemprotan kali ini adalah mengantisipasi serangan hama seperti walang sangit, penggerek batang, dan lainnya yang kerap muncul di musim tanam kali ini.
Kepala UPTD Balai Benih Tanaman Pangan, Siti Hamidah, S.P., menyampaikan bahwa perawatan intensif ini merupakan standar operasional prosedur (SOP) wajib demi menjaga sertifikasi benih.
“Kami tidak hanya mengejar kuantitas produksi, tapi kualitas fisik dan genetik benih. Jika tanaman terserang hama, produktivitas benih yang dihasilkan petani penangkar akan turun, dan itu bisa mengganggu stok benih unggul bagi masyarakat,” ujar [Siti Hamidah, S.P.]
Dalam kegiatan ini, petugas lapangan menggunakan perpaduan antara pestisida yang terukur serta penguatan agens hayati untuk menjaga ekosistem sawah tetap seimbang. Penggunaan alat semprot [Handsprayer] membuat proses aplikasi menjadi lebih merata dan efisien waktu.
Dengan perawatan yang maksimal, UPTD Balai Benih optimis dapat terus menyuplai benih bermutu tinggi demi mendukung program ketahanan pangan nasional.
